Image Hosted by ImageShack.us
aku akan berlari sekuat tenaga untuk meraih impianku, takkan ku kecewakan orang" yang telah menyayangiku... yahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....
PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL dengan support sistem DBS (Duta Bisnis School) memberikan jalan untuk masyarakat Indonesia dalam mengurangi angka pengangguran di Negeri ini. Bahkan dengan BERGABUNG bersama kami anda pun dapat menjadi MILYARDER di Indonesia. Mengayomi unia Bisnis keagenan PULSA dengan SISTEM MUDHOROBAH (Agent get Angent) website : http://www.duta4future.com user id : DBS1797178 password : bismillah cp : 085654431069 salam sukses, M. Heru Fardady

Rabu, 03 Desember 2008

Mengapa Indonesia masih terus kekurangan pangan?

Mengapa pembangunan pertanian sejak awal tahun 1950-an hingga sekarang belum/tidak berhasil memecahkan masalah pangan?

Adakah sesuatu yang salah dari program pembangunan pertanian Indonesia dari tahun 1950 sd 2007. Dimana salahnya?

Tidak adakah jalan untuk mengatasi permasalahan pangan Indonesia secara berkelanjutan? Bagaimana caranya?

Dengan menggunakan luas lahan garapan yang ada sekarang, mampukah Indonesia menghasilkan produk pertanian yang dapat mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri?

Apakah dengan luas lahan garapan yang ada sekarang Indonesia dpt mencukupi kebutuhan pangan 10, 20, 30, 40, 50 tahun ke depan?
FAKTA MASALAH


Penyediaan bahan pangan berasal dari hasil pertanian dan hasil industri olahan masih defisit

Jumlah impor produk pertanian dan produk olahan serta penyelundupan masih tinggi dan kontinyu

Industri pengolahan produk pertanian belum maju

Daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional masih rendah

Asupan gizi penduduk Indonesia termasuk terendah di dunia

BAHAN PANGAN YANG MASIH DEFISIT DAN HARUS DIIMPOR

Beras
Jagung
Terigu
Kedelai
Kacang tanah
Kacang hijau
Gula
Buah (jeruk, apel, anggur, durian, pisang, dll)


Sayuran (wortel, kentang, bawang putih, bawang merah)
Bunga potong (mawar, gerbera, anthurium, dll)
Daging
Susu, mentega, keju
Olahan buah (juice, puree, canned fruit)
Jamur olahan


INDIKATOR IMPLISIT

Adanya impor produk primer yang dapat diproduksi sendiri menunjukkan:
Pertanian Indonesia belum maju
Pembangunan pertanian kemajuannya lambat
Program pembangunan pertanian kurang tepat prioritas sasaran
Kemungkinan besar ada satu faktor yang luput atau tidak tertangani dg baik
May be something wrong dlm pembangunan pertanian. What?

IMPLIKASI PERTANYAAN

Adakah program baru yang dpt mengatasi kekurangan pangan?
Apakah program pemb. Pertanian 2005-2009 dpt mengatasi masalah-masalah yg dihadapi selama ini?
Mengapa negara-negara lain mengekspor produk pertanian ke Indonesia, yg sebenarnya dpt kita produksi sendiri?
Bagaimana prognosa kekurangan bahan pangan Indonesia tahun 2010, 2025, 2050, berkaitan dg bertambahnya penduduk Indonesia?


PERTANYAAN YANG MEMERLUKAN JAWABAN KRITIS DAN JUJUR

Benarkah lahan pertanian Indonesia sangat luas dan subur serta cukup untuk 227 juta orang?
Benarkah Indonesia sangat kaya akan keaneka-ragaman hayati? Merupakan megadiversity?
Adakah manfaat ekonomis adanya kekayaan keragaman hayati tsb?
Benarkah ketahanan pangan nasional dpt tercapai hanya dg mengandalkan adanya keragaman hayati dan diversifikasi pangan?


MITOS YANG HIDUP DI MASYARAKAT

Indonesia memiliki lahan sangat luas dan subur
Kekurangan pangan dpt diatasi semata-mata dg menganekaragamkan konsumsi pangan, tanpa harus menambah lahan pertanian baru
Keanekaragaman hayati sbg kekayaan alam dianggap telah siap dimanfaatkan, dan dianggap sbg keunggulan
Strain lokal/varietas lokal dianggap sbg bahan tanam yg ideal utk sistem produksi komersial


Teknik produksi LISA sbg suatu cara produksi yg paling sesuai

Pola tumpang sari di pekarangan, di bawah tegakan pohon/hutan, dianggap cara produksi yg memadai

Produksi tanaman asli seolah tdk memerlukan teknologi maju

Pertanian tanpa pupuk tanpa pestisida dianggap suatu cara yg paling tepat utk Indonesia


FAKTA YANG ADA

Lahan pertanian Indonesia terlalu sempit dan tdk memadai utk produksi kebutuhan pangan bg bangsa Indonesia yg jumlahnya 227 juta
Land/man ratio di Indonesia termasuk yg terkecil di dunia (360 m2/capita)
Berbagai upaya program telah dilakukan spt: bimas, inmas, insus, palagung, tetapi belum mampu mengatasi defisit pangan
Kenaikan produksi salah satu komoditi selalu diikuti penurunan produksi komoditi lain krn ada perebutan lahan
Pengurangan luas lahan subur terus terjadi

Tidak ada komentar: